SOEKARNO

by on

Selalu ada sisi menarik dari setiap orang. Sisi terdalam, privat, keseharian. Sisi human interest. Sisi ini acap tidak terpublikasi, sehingga jarang diketahui orang.

Membaca “Soekarno Poenja Tjerita” subuh tadi menemukan banyak kisah keseharian Soekarno, sejak kecil hingga purna menjabat sebagai Presiden RI pertama. Sisi ini tak banyak yang tahu, kecuali yang benar-benar pernah sangat intim dengan beliau.

Ada banyak kisah. Tak hanya sesuatu yang menjadi latar peristiwa tertentu, tetapi juga tingkah, pola dan kebiasaan Soekarno yang mengandung kelucuan dan juga pesona.

Sebut saja, kenapa Soekarno menggunakan peci secara miring? Ternyata ada ceritanya. Dulu saat masih sekolah Soekarno pernah terjatuh dari pohon beringin. Nah, peci itu sengaja dimiringkan guna menutupi lukanya di jidat (hal. 102-103).

Demikianlah Soekarno. Banyak sisi yang menarik untuk digali dari beliau. Kelak, saat menjadi presiden pun tak banyak yang berubah dari Soekarno. Tetap berperilaku biasa. Di luar soal kecerdasaan dan kemampuan berorasi yang diakui banyak orang, pesona adalah salah satu hal yang tidak pernah hilang dari beliau.

Cindy Adams ketika mewawancarai Soekarno menanyakan soal itu: “awalnya bapak menjawab diplomatis. Dia adalah komandan tertinggi di Indonesia, dan rakyat butuh simbol otoritas. Tetapi ketika saya desak, bahwa alasan sebenarnya adalah supaya terlihat tampan, ia kemudian berkata : ‘ya, kamu benar, tapi jangan bilang siapa-siapa yah’, sambil tertawa.”

(Palu, 30 November 2017)

You may also like